Skip to main content

Full text of "ebook tauhid dan jihad_1"

See other formats


^ J? * . * . * 



lxi *£ y>j JliiJI (^IIp v^ 



* m j? 



^X | >0/ x .* x * °"' j ^^ >^^ . f XXX 

^#i*jv ly>>J o» ^^j 

^» £ x / Jl / ( 0/ l ^ ♦ f xxx 



> |0/ . . >f/ > |0/ Jj ( x 

jj^jjj ^ (%^'j r*-W ^'j 



MWAJIBAN YANG 

DILALAIKAN 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



Dari hamba Allah Yang Faqir Atas Ampunan-Nya 

Abdullah Muridusy Syahadah 

Kepada Kaum Muslimin Secara umum dan para aktivis 
Harokah secara khusus 



Di Mana Saja Berada 






4jl5 ^jj <0M <Uj>-jj rt-K-wLp >oL*Jl 

JJ-4 )/) C-ij-yi^J tOj-^-AJ DjJtJI J^»J C J-S-2-'-.' (VA~" ^l j*^ *W J-0J>J! 

.A^LLj ^Ci^ jl^ ^i (J&-1 ^ ,J^ /»%Jjlj 



Jbu Ui 

Ungkapan senandung syukur selalu kita awalkan dalam setiap 
tulisan risalah ini. Karena hanya dengan karunia dan izin-Nya risalah 
ini dapat menjumpai antum semua. Ini semua karena ridho dan 
'inayah Allah Ta'ala. 

Sholawat beriring salam selalunya kita haturkan ke atas junjungan 
kita nabi Muhammad shollallahu 'alaihi wasallam. Yang bersabda: 



3|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



"Dien itu Nasehat. Kami (para shahabat bertanya): Untuk siapa? 
Beliau menjawab: Untuk Allah, Kitab-Nya, Kitab-Nya, Rosul-Nya, 
Pemimpin kaum muslimin dan Rakyatnya". (HR. Bukhori dan 
Muslim). Amma Ba'd 



Ikhwah fillah 



Di antara kewajiban yang dilalaikan oleh kaum muslimin hari ini 
adalah JIHAD FIE SABIULLAH. Padahal jihad hari ini adalah 
hukumnya FARDHU 'AIN (Kewajiban lndividu), bukan FARDHU 
KIFAYAH. Yaitu satu kewajiban yang dibebankan oleh Allah kepada 
setiap pribadi muslim. Barangsiapa yang meninggalkannya maka ia 
berdosa. 

Apa benar JIHAD FIE SABILILLAH hari ini terabaikan dan terlalaikan? 
jawabannya setelah antum menyimak risalah ini. 

Ikhwah tillah 



Ada beberapa hal yang dilalaikan oleh mayoritas kaum muslimin 
dalam urusan JIHAD FIE SABILILLAH ini. Bebrapa hal itu adalah: 

1. MaknaJIHAD 

2. HukumJIHAD 

3. Aplikasi JIHAD 

Adapun penjabarannya sebagai berikut: 
1. MaknaJIHAD 

Jihad secara bahasa: 



4|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



Kata jahada-yajhadu-al juhdu wa al jahdu -J-pr 

(j-^J-l-J-gJrl-J_gj^ ) mempunyai lebih dari 20 makna, 
semuanya berkisar pada makna kemampuan ( 4SIJ2J! ) , 
kesulitan (4Udl ) , keluasan {^^) (kemampuan dan 

kesempatan), (Jl^) perang dan (4i«JLl!) bersungguh- 

sungguh. Karena itu para ahli tafsir, ahli hadits, ahli 
fiqih dan ahli bahasa selalu mengartikan jihad secara 
bahasa dengan makna mencurahkan segenap 
kemampuan atau (bersungguh-sungguh menundukkan) 
kesulitan. 2 



Menanggung kesulitan dengan mengerahkan segala 
kemampuan. 



1 Al Jihadu fi Sabilillah Haqiqatuhu wa Ghayatuhu, Dr. Abdulloh 
Ahmad Al-Qodiri 1/48, menyimpulkan dari Lisanu al Arab 4/107, 
Taaju al Arus 2/329,al Mu'jamu al Wasith /142, Al Shihah 1/457, 
Mu'jamu Maqayisi al Lughah 1/486 dll 

2 Taujihat Nubuwah, Dr. Sayyid Muhammad Nuh 2/312-213 



5|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



Adapun Definisi Jihad secara Syar'ie : 

Bila disebutkan kata jihad fi sabilillah maka maknanya 
adalah berperang melawan orang-orang kafir untuk 
menegakkan kalimatulloh. Inilah definisi yang disebutkan oleh 
para ulama salaf, berdasar ayat-ayat dan sunah-sunah 
Rasulullah. Begitulah fatwa Rasulullah ketika ditanya oleh 
seorang shahabat tentang makna jihad : 



X X X X \ x •** 

Ju^j Jl JU ^y^y) L. Aiil Jj-»j L J^rj JLJ JLj 4^P ji jy^ j£ 

S o j xx x > X a ° ^ ° c * ^^ a° "^ 

^tAluUi <_£li JLS ii^jj dJullJ /^ jj>>lL^Jl lJLl«j jlj J^-j >£■ <& di-is 

. » .-' ' ^ ' \ . . ' ' * ° s s * e s s * os 



aIIojj 4_Js"j aiS^jLUj <&L ^jjjJ JlS jLc^l C»j JlS jLcLl JlS J^ail 

XX.* XXX.* x x .* O x J, xx x x 

JLS a^*^Jl ui JlS s^t^Jl JLS JL^SI J^.^ c^Li JlS Oj^Jl Jju c-*J^j 

£ ^ ^ j o x x o x x J* o x o j, xx x x x jj 

jl JLS jL^-JI Uj JLS jL^-JI JLS J^aSi «j^-i^ (j^Ls JLS e-jUl >*^j 

XX X 

/ ^ ^ "* ° £ °J> £■" ^ S xx S Jl x x 

<3y&lj «^j^- j^ap °v« JLS J-^aSI ^L^j?JI (j\i JLS 1 $:*a\ lil jUSJl JjUj 






Z)an Amrw &m Abasah ra. beliau berkata, "Ada orang 
bertanya kepada Rosululloh, "Wahai Rosululloh, apakah Islam 
itu?" Beliau menjawab, "Hatimu tunduk kepada Alloh 'azza 
wa jall, dan juga orang-orang muslim merasa aman dari 
gangguan lidah dan tanganmu. " Orang tersebut bertanya, 
"Lalu Islam bagaimanakah yang paling utama?" Beliau 
menjawab, "Iman. " Orang tersebut bertanya lagi, "Apakah 



6|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



iman itu? "Beliau menjawab, "Kamu beriman kepada Alloh, 
malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, Rosul-rosul-Nya dan 
kebangkitan setelah mati. " Orang tersebut bertanya lagi, 
"Lalu iman bagaimanakah yang paling utama itu?" Beliau 
menjawab, "Hijroh. " Orang tersebut bertanya lagi, " Apakah 
hijroh itu?" Beliau menjawab, "Engkau meninggalkan amalan 
jelek. " Orang tersebut bertanya lagi, "Lalu hijroh 
bagaimanakah yang paling utama itu?" Beliau menjawab, 
"Jihad. " Orang tersebut bertanya lagi, "Apakah jihad itu?" 
Beliau menjawab, "Engkau memerangi orang kafir jika 
kamu bertemu mereka. " Orang tersebut bertanya lagi, "Lalu 
bagaimanakah jihad yang paling utama itu?" Beliau 
menjawab, "Siapa saja yang terluka kudanya dan tertumpah 
darahnya. " (HR. Ahmad 4/114 dengan sanad shohih, juga oleh 
Abdu Razzaq 11/127 no. 20107, Ath Thobroni dan Al-Baihaqi, 
mempunyai syawahid dalam Silsilah Ahadits al Shahihah no. 
551). 

Bahkan syaithan pun paham bahwa jihad itu maknanya perang 
di jalan Allah demi meninggikan kalimat Allah, sebagaimana 
disebutkan dalam hadits: 

(Jli rt-JL, u » aJlp aJJI l Jw* aJJi jj*oj cjoc*.»» (Jli aj li ,J\ /j o ****< *£> 

s s s s j* n* <* y s <* s j, iP 

jjij *1LjI (.AsL^iS jjjjj^j aJ jitii Ai^L; ^iT •jj^ wUi jl)?!«tJl &\ e 

**' ° tt \ * \ ' ' •• ^* ~ ' \° ^ • ^ \ ' ' • ci y \ ^ \ T^ ' l i T ' ' ' l x 

CO^»*^Jl JjJji^J AJ JjO *j rt-Lwoli o\ y?*3 joLjI £-V'J wJ^W' Jri^J li-W- 5 

J-^jt jj& tiL^JtJi ^Jjysj AJ Jotd *_> j^->-g-* oLa*3 idJw^j' J~Lm j^L^ 



4 



7|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



,> s s } ° a s'' 1 *£ B ,-','' *°, s * s f o o^ 

/r*3 Jjfcli*i3 oL^ska jLJI j^-^JLj ol^Jl x5u^ J^* cJi^"^ jLJlj /j-* ^ 

U?- JLS" LiS jl 2L>J( aI^-ju Jl <ojI ^JLp U>- JLS" oLli L^l* diJi J*i 
aI^-ju J! <&! ^ip U^ JLS" ciy^ J|j A^Jt a1>-Jv. <J^ J^-j j^ ^ cj^ 

4_>J! AJl^-Jo Jl «UJl ^JLP Lb- jLS OD A^23j jl 4_b»J! 

Dari Sibrah bin Abi Fakih bahwasanya Rasulullah bersabda, 
"Sesungguhnya setan menghadang manusia di setiap jalan 
kebaikan. Ia menghadang manusia dijalan Islam, "Apakah kau 
mau masuk Islam dan meninggalkan agamamu, agama 
bapakmu dan agama moyangmu?" Ia tidak menuruti setan dan 
masuk Islam. Maka setan menghadangnya di jalan hijrah, 
"Kau mau hijrah, meninggalkan tanah air dan langit (yang 
menanungi)mu? Ia tidak menuruti setan dan berhijrah maka 
setan menghadangnya di jalan jihad, "Jihad itu dengan jiwa 
dan harta, kau mau berjihad, sehingga terbunuh dan istrimu 
dinikahi orang serta hartamu dibagi-bagi?" Ia tidak menururti 
setan dan tetap berjihad. Siapa saja melakukan hal itu lalu 
mati, sudah menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke 
surga. Dan siapa saja terbunuh maka sudah menjadi kewajiban 
Allah untuk memasukkannya ke surga. Dan siapa saja 
tenggelam (karena jihad atau hijrah — pent) maka sudah 
menjadi kewajiban Allah untuk memasukkannya ke surga. Dan 
siapa saja terlempar dari kendaraannya (saat hijrah atau 
jihad) maka sudah menjadi kewajiban Allah untuk 
memasukkannya ke surga." [HR. Ahmad 3/483, Nasa'i 6/21 
dan Ibnu Hiban no. 1601, Shahih al Jami' al Shaghir 2/340 no. 



8|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



1652/736, Shahih at Targhib wa at Tarhib 2/173. Lafazh hadits 
milik Ibnu Hibban]. 

Secara ringkasnya definisi jihad adalah "MEMISAHKAN 
KEPALA MUSUH DARI TUBUHNYA, ATAU 
MENGELUARKAN NYAWANYA DARI RAGANYA". 

Syubhat yang terjadi : 

Ada sebagian orang yang mengartikan jihad itu hanya diambil 
dan atau dipandang dari segi bahasa saja. Sehingga semua 
kesungguhan yang dilakukan adalah merupakan jihad. Namun 
dibalik itu ada maksud yang tersirat yang dia tuju, yaitu 
mengkaburkan makna jihad yang sebenarnya, sehingga orang 
itu terjauhkan dari pemahaman jihad yang sebenarnya. 

2. HukumJIHAD 

Dasar hukum jihad adalah FARDHU KIFAYAH. 

Namun hukum itu berubah menjadi FARDHU 'AIN 

jika: 
• Ketika imam mengumumkan istinfaar (Mobilisasi 
Perang), baik untuk orang tertentu maupun untuk 
seluruh kaum muslimin. 
Dasarnya: 

liiilJI 4il J~l* J \jJS\ *& JJ bl liOl* \y^\s. "jj jS\ \^\\j 
aC>Jl 9 l£« lli "{j*-^ 'tya O^ *^J^ t^s^y u^J^ (Ji 



9|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



S s 



$■ & M & & s a 



JjliLoj ilJj iJiJlp l^oJby Ij^aj ^i . JJi *yi «Sr^ u^ ^^ 

^ ^ ~ 

^jJ^ ^^ J5 ^Js> <&\j Llj» ajj^yj *S jS- Uy 



"Ha/ orang-orang yang beriman mengapa jika dikatakan 
kepada kalian, "Berangkatlah untuk berperang di jalan Allah 
kalian merasa berat dan ingin tinggal di tempat kalain?" 
Apakah kalian puas dengan kehidupan dunia padahal 
kenikmatan di dunia ini dibandingkan kenikmatan di akhirat 
hanyalah sedikit. Jika kalian tidak berangkat berperang 
niscaya Allah akan menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih 
dan mengganti kalian dengan kaum yang lain dan kalian tidak 
dapat mendatangkan kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. 
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." [QS. 
9:38-39]. 

^tliil Jjl) dj^A ^ : rtliJI ?jj JlS $!§ ^l l)I ^y^ ji\ j& 

.\jjii\3 £JL^\ blj 4J J ilpr J>Sj 

Dari Ibnu Abbas bahwasanya Nabi M bersabda saat fathu 
Makkah, "Tidak ada hijrah lagi, yang ada jihad dan niat dan 
jika kalian diminta untuk keluar berperang maka 
berangkatlah." [HR. Bukhari] 



10|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



• Jika pasukan Islam sudah berhadap-hadapan 
dengan pasukan musuh. 



Dasarnya: 



. jlT^I ^jJji ^i U^j \ 3j k jiS)\ 'pLd\z\ \pt ^jJJi 0\i 

^- ^ '*** J\ >>^ y O^ Uj^ ^l Oj o O^jj ^jj ^yj 







X /,• ?^x \ . * $ s 



J* / » . ^ / * \t*s s » ./ *■ s s Jt . ' ' ' / 

.j^u^oJI ^y^ij p-*-^* 0)jL»j *wil /*«* <—~*2aj 



"Hai orang-orang yang beriman apabila kalian bertemu 
dengan orang-orang kafir yang sedang menyerang kalian, 
maka janganlah kalian mudur membelakangi mereka. 
Barangsiapa yang mundur membelakangi mereka kertika itu, 
kecuali berbelok untuk mengatur siasat atau hendak 
menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya 
orang itu kembali dengan membawa kemurkaan Alloh dan 
tempat kembalinya adalah neraka Jahannam. Dan amat 
buruklah tempat kembalinya." (Al-Anfal: 15-16). 



ll|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



• Jika ada satu atau lebih muslim yang ditawan 
musuh. Dasarnya : 

S-L^Jij Jb>r Ji -y> ^jubtl^L^Jlj <&! (Jirr^ i_c? Ojijlij^ ,*30b»j 

Lg±fcl jJUiJI 4^r^ *«>* <j£ U^ry^lujj OjJjij ^JJI plJUjjlj 

> -- -- 

-- * * ^ * * 

I j--^' dJjAJ -jA U L*i~ij LJj lUjJJ -jA U Lkirij 



"Mengapa kalian tidak mau berperang di jalan Allah dan 
membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita 
maupun anak-anak yang semuanya berdo'a, "Ya Allah, 
keluarkanlah kami dari negeri yang penduduknya dialim ini 
dan berilah kami pelindung dari sisi-Mu dan berilah kami 
penolong dari sisi-Mu." [QS. 4:75]. 

^jUtI Ij^jJ?! j jUJl IjSsi : Jh\ Jj-^j Jli: Jli ^y j} j^ 

,J*ijA ij^-j 

Dari Abu Musa ia berkata, "Rasulullah bersabda, "Bebaskan 
tawanan, beri makan orng yang lapardan jenguklah orang 
yang sakit." [HR. Bukhari]. 



12|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



• Jika Musuh menjajah daerah/negeri kaum muslimin. 

Dan ada beberapa penyebab yang lainnya. Jika salah satu 
penyebab ini terjadi, maka hukum jihad pada saat itu adalah 
fardhu 'ain. 

Syubhat dalam masalah HUKUM JIHAD : 

Sebagian kaum muslimin ada yang berpendapat bahwa 
memang "HUKUM JIHAD HARI INI ADALAH FARDHU 
'AIN", akan tetapi tidak disetiap bumi dipijak itu hukumnya 
FARDHU 'AIN, kecuali daerah-daerah yang disitu ada 
KONFRONTASI DENGAN ORANG KAFIR, seperti di 
Afghanistan, Irak, Chechnya, Al Jazair, dls. Sehingga kondisi 
seperti di Negara Indonesia ini HUKUM JIHAD bukan 
FARDHU 'AIN. Karena Indonesia bukan BUMI JIHAD akan 
tetapi BUMI DAKWAH. Cara yang ditempuh dengan 
BERDAKWAH bukan dengan BERJIHAD. Wal 'iyadzu 
Billah. 

Ini adalah syubhat yang berbahaya sekali. Karena dia telah 
membuat istimbath (kesimpulan) hukum untuk menghukumi 
HUKUM JIHAD di negeri ini. Padahal dari syarat-syarat 
JIHAD FARDHU 'AIN, maka Indonesia termasuk memenuhi 
syarat ini. Salah satunya adalah JIKA ADA SALAH SATU 
DARI KAUM MUSLIMIN YANG DITAWAN MUSUH. 
Lalu sudah berapa ikhwah mujahidin yang sudah ditawan oleh 



13|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



musuh? Yang kita maksud musuh yang menawan mujahidin 
disini adalah PEMERINTAH MURTAD INDONESIA INL 
Kecuali jika antum tidak menganggap bahwa PEMERINTAH 
ini bukan PEMERINTAH MURTAD sehingga bukan menjadi 
MUSUH. Maka syarat itu telah gugur. Namun kalau kita 
sepakat bahwa PEMERINTAH INDONESIA INI 
MURTADZ, maka kita sepakat bahwa PARA MUJAHIDIN 
HARI INI DITAWAN OLEH MUSUH. Bukankah begitu? 
oleh karena itu HUKUM JIHAD di Indonesia hari ini adalah 
FARDHU ' AIN. Bukankah begitu ya akhie? 

3. TATBIQ (APLIKASI) JIHAD 

Ada syubhat yang terjadi "Hari ini memang Jihad 
HUKUMnya FARDHU 'AIN, namun untuk di Indonesia 
belum bisa tegakkan dengan JIHAD MUSALLAHAH 
(Jihad menggunakan senjata). Karena disebabkan tidak 
ada MAKAN dan RIJAL. 

Ikhwahfillah 



Ada ungkapan yang bagus dari seorang ustadz ketika 
ditanya oleh seorang ikhwah: "\Istadz, kenapa kita tidak 
berjihad sekarang? Apa yang menyebabkan kita tidak 



14|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



berjihad?" Ustadz tersebut menjawab: "Kita belum 

o s o 

punya d\£* (Tempat) dan Jl^rj (Personal)". 

Oke, apakah alasan ustadz ini benar ? 

Jika yang dimaksud oleh ustadz ini bahwa MAKAN 
adalah MAHJAR (Tempat Hijrah), lalu menjadikan 
MAHJAR sebagai syarat ditegakkannya Jihad, maka 
menurut saya ini tidak benar. Karena syarat-syarat jihad 
itu tidak ada disebutkan di dalamnya MAHJAR. 

Namun jika yang dimaksud oleh ustadz dengan 
MAKAN ini adalah tempat para ikhwah yang siap 
dijadikan MAHJAR itu belum siap, maka menurut saya 
analisa ustadz tidak benar. Karena menurut saya sudah 
banyak ikhwah yang siap menjadi anshor buat para 
mujahidin muhajir. Tinggal menunggu perintah dari 
pemimpinnya saja. Wallahu a'lam. 

Kemudian jika yang dimaksud oleh ustadz bahwa 
MAKAN adalah MEDAN JIHAD, maka menurut saya 
Indonesia ini adalah bumi jihad. Kenapa? Karena 
Indonesia ini Negara murtad lagi kafir, dan orang-orang 
karirnya termasuk katagori kafir harbi (Orang kafir yang 
boleh diperangi). Kapan orang kafir itu menjadi harbi? 

15|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



Pertama: Jika dia bukan Ahludz Dzimmah (Orang kafir 
yang tunduk di bawah kekuasaan Islam) 

Kedua: Jika dia bukan Ahlus Silmi was Shulhi (Orang 
kafir yang terikat perjanjian damai dengan kaum 
muslimin (Gencatan senjata). 

Ketiga: Amman (Musta'min) (Orang kafir yang 
mendapat jaminan keamanan dari orang Islam). 

Pertanyaannya adalah "Adakah orang kafir hari ini yang 
masuk dalam salah satu dari tiga katagori kafir harbi 
ini? Silahkan antum jawab sendiri!!!!!" 

Jika ternyata jawabannya "Tidak ada". Maka status 
orang kafir yang ada hari ini adalah KAFIR HARBI, dan 
boleh kita untuk men-jihadinya walau pun mereka tidak 
menjihadi kita. Karena yang menuntut kita menjihadi 
mereka adalah syar'ie. Bukankah begitu ya akhie ? 

Maka dengan lantang saya katakan bahwa ungkapan 
ustadz itu kurang pas dan benar. Kenapa kurang pas dan 
benar? Ada bebarapa alasan: 

Pertama: Bahwa strategi jihad yang dilakukan oleh 
mujahidin hari ini adalah HARBUL 'ISHOBAT (Perang 

16|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



Grilya) bukan PERANG KONVENSIONAL. Yaitu 
perangnya orang lemah melawan orang kuat. Oleh 
karena itu amal yang dilakukan oleh mujahidin adalah 
semuanya bersifat SIRRI (Rahasia/tidak tampak oleh 
musuh). Jika amal dan kekuatan yang kita lakukan dan 
miliki ini dilihat oleh musuh, maka musuh akan mudah 
memukul dan menyerang kita. Karena kita masih dalam 
kondisi lemah. 

Contoh: Jika hari ini kita diketahui oleh musuh bahwa 
kita mempunyai MAHJAR, maka dengan mudah musuh 
akan menyerang dan memborbardir MAHJAR yang kita 
tempati. Dengan itu kita akan dengan mudah dikalahkan 
oleh musuh. Bukankah begitu ya ikhwan? 

Kedua: Tabi'at jihad mujahidin hari ini adalah Mobile 
(Berputar). 

Maksudnya adalah tempat mujahidin selalu berpindah- 
pindah sesuai dengan KEAMANAN dan 
KENYAMANAN gerak mujahidin. Dikarenakan strategi 
jihadnya adalah perang grilya, maka tempat bagi seorang 
mujahid tidaklah menempat di suatu tempat dan daerah 
tertentu. Karena jika mujahidin diketahui tempat tinggal 
dan persembunyinya, maka dengan mudah para musuh 



17|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



yang kuat itu akan menyergap dan menyerang 
mujahidin tersebut. Bukankah begitu wahai akhie ? 

Memang hari ini kaum muslimin mayoritas jumlahnya. 
Namun yang siap untuk berjihad dan menerima 
mujahidin tidak sebanyak jumlah yang ada. Kwalitas 
ilmu dan iman mereka berbeda. Sementara tuntutan 
jihad hari ini mendesak di depan mata. Namun bukan 
berarti minimnya kaum muslimin yang siap menerima 
jihad dan mujahidin itu menjadikan jihad ini berhenti 
dan tidak boleh ditegakkan. Kita berjihad sesuai dengan 
kemampuan kita. Jika kita mengharapkan banyaknya 
orang yang mendukung dan membantu jihad dan 
mujahidin, maka sebenarnya kita menyalahi sunnah dan 
perjalanan sejarah jihad dan mujahidin, baik di zaman 
dahulu maupun sekarang. 

Selamanya pendukung jihad dan mujahidin itu sedikit, 
dan selamanya thoifah mujahidin itu sedikit. Karena 
itulah sunnatullah yang ditetapkan di dalam hadits 
rosulullah shollalahu 'alaihi wasallam: 



18|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



Jufcl Jljj M I ^L^ 4jIjj jj 4PLJl ^jiJ £*- ^J>Jj>- j^ ^j 

^>Jl 

"Akan selalu ada sekelompok dari ummatku yang dzohir diatas 
kebenaran, mereka tidak peduli dengan orang-orang yang 
menyelisihi dan mentelantarkan mereka hingga terjadi aiamat, dan 
diriwayat Muslim berbunyi: "Akan senantiasa ada ahlul ghorb" 
(orang-orang barat). (Majmu' Fatawa, XIII / 531). 

Dari Uqbah bin Amir berkata: Aku telah mendengar 
Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam, bersabda: "Akan 
selalu ada sekelompok dari ummatku yang berperang atas 
perintah Allah, yang selalu menguasai musuh-musuh mereka, 
tidak membahayakan mereka orang-orang yang menentangnya, 
sampai datangnya hari kiamat mereka tetap seperti itu". (HR. 
Muslim). 

Dari Jabir bin Samuroh rhodhiyallahu 'anhu, berkata: 
Telah bersabda, Rosulullah shollallahu 'alaihi wasallam: 
"Akan selalu ada dalam Dien ini orang yang selalu berdiri 
beperang diatasnya sekelompok dari kaum muslimin sampai 
datangnya kiamat". (HR. Muslim). 



19|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



Kemudian, jika yang dimaksud oleh ustadz dengan tidak 
adanya RIJAL itu adalah personal yang banyak yang 
siap untuk berjihad. Mungkin hingga bilangan 12.000,- 
personal dengan persenjataan lengkap, baru kalau sudah 
begitu jihad dikumandangkan dan dilaksanakan. Maka 
sampai kapan jihad ini akan diamalkan? Sementara 
kepala-kepala kaum muslimin setiap hari 
bergelimpangan di mana-mana? 

Lalu jika yang dimaksud oleh ustadz itu kekuatan ini 
dalam rangka melakukan jihad yang bersifat 
KONVENSIONAL, maka ungkapan ustadz ini kurang 
pas dengan waqi' (kondisi) yang ada sekarang. 

Lalu jika melihat tuntutan syar'ie dan kondisi serta 
strategi jihad hari ini dalam menghadapi musuh, yaitu 
perang grilnya, maka kata-kata ustadz itu menurut saya 
salah besar dan TANGEH LAMUN (Jauh panggang dari 
pada api), dan menurut saya inilah yang dinamakan 
JIHAD KHOYALI, mau berjihad tapi hanya terbuai 
angan-angan. 

Oke, kita kembalikan lagi kepada ustadz itu. Sudah 
berapa ratus ikhwah yang pernah Tdad di Afghanistan? 
Sudah berapa puluh ikhwah yang pernah tadrib di Moro 



20|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



Philipina? Sudah berapa ratus ikhwah yang Tadrib di 
Ambon dan di Poso? Apakah tidak ada segelintir orang 
dari mereka yang siap berjihad? 

Jika ustadz ini mengatakan bahwa tidak ada satu orang 
pun dari mereka yang siap berjihad, maka saya jawab 
"Ustadz ini bohong dan dusta". Atau kita balik bertanya: 
"Apakah yang belum siap dalam peperangan ini sang 
Ustadz sendiri ataukah RIJAL? Wallahu a'lam yang bisa 
menjawab hanya ustadz tersebut. 

Ikhwahfillah 



Jika kita melihat di lapangan, bahwa kita dapati para 
RIJAL yang semangat ghirohnya untuk berjihad fie 
sabilillah sangatlah banyak. Hingga ubun-ubun mereka 
hendak pecah karena menahan semangat yang mendidih 
di kepalanya. 

Bahwasanya para RIJAL ini banyak yang siap untuk 
berjihad fie sabilillah, akan tetapi leher-leher mereka 
terikat oleh pemimpin-pemimpin mereka, terjerat oleh 
tandzim-tandzim mereka. Ketika mereka hendak 
berjihad dengan pemimpin dan tandzim yang lain, maka 
ia merasa bahwa dia keluar dari sam'u wa tho'ah dari 



21|Kewajiban Yang Dilalaikan 



Risalah Dan Nida'at Ke-8 



pemimpin dan tandzimnya. Atau jika ia bergabung 
dengan karilah mujahidn ini, maka ia takut dikucilkan 
oleh teman-teman se-tandzimnya dan atau dianggap 
telah keluar dari tandzimnya. Wallahu a'lam bish 
showab. 



22|Kewajiban Yang Dilalaikan